KISAH MENARIK SEORANG ANAK TANGGUH DARI BUKU HEAR ME

 HEAR ME by I.A.D

"Tak ada satu pun yang mengetahui bahwa aku selalu menuliskan harapan untuk mengakhiri hidupku"

- xiii -

Book Identity

  • Judul : Hear Me
  • Penulis : I.A.D (Isabella August Dangerfield
  • Penerbit : Revka Prima Media
  • ISBN : 978 – 602 – 417 – 256 – 5
  • Cetakan I : April 2020
  • Tebal : 88 halaman
  • Jenis : Non-Fiksi
πŸ‘‚πŸ‘‚πŸ‘‚

Description

    Mengangkat kisah pilu dari seorang gadis bernama Gladis yang hanya tinggal bersama mamanya. Papa Gladis sudah lama meninggalkan mereka, entah pergi kemana. Hal itulah yang memulai semua kisah pilu dari sesosok gadis kecil ini. Gladis sudah harus mengalami hal-hal yang sangat merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita, merusak jiwanya, bahkan membesarkan sesosok monster dalam raganya, sejak usia dini. Saat menginjak kelas 3 SD.

    Kalian bisa bayangkan. Di umur segitu seharusnya kita hanya bersenang-senang, bermain dengan teman sekolah, tertawa di taman kanak-kanak, dan menikmati masa kecil yang indah. Tapi berbeda dengan Gladis. Dia dijauhi teman sekolahnya, hanya karena dia terlihat tidak memiliki seorang ‘Ayah’. Di usia yang masih belia, Gladis sudah harus mengalami bullying, dan menerima berbagai macam jenis cacian yang dilontarkan oleh teman sekolahnya, yang tidak tahu cerita sebenarnya.

    Kisah pilunya juga bukan sampai situ saja, entah memang kondisi saat ini yang kurang akan Sex Education membuat Gladis yang merupakan gadis kecil polos ini menelan pahitnya dampak yang dihasilkan. Yap, kalian mungkin sudah bisa tebak pembicaraanku menjurus pada hal apa.

    Dibuku ini juga, kamu akan menemukan bagaimana rasa kesepian dan hancurnya seorang Gladis menghadapi terpaan kehidupan. Cukup rumit bukan? Kurasa mungkin tak banyak orang yang akan sanggup untuk menghadapi hal seperti ini. Tapi Gladis berbeda, dia mampu menempuh semua ini dan tetap mau berharap kelak sang ayah akan hadir menemaninya.

    Nah, bagaimana cara ia menghadapinya? Dan apakah ayahnya akan kembali untuk menemaninya?...

πŸ‘‚πŸ‘‚πŸ‘‚

⚠ WARNING

Btw, sebelum lanjut ke sesi 'My Opini'. Aku mau kasih info kalau kalian mau melihat lebih lanjut bagimana keadaan Gladis, aku kasih linknya nih.

Biar kalian bisa beli bukunya dan mengikuti lebih lanjut perjalanan Gladis. Linknya ada dibawahπŸ‘‡

Gimana? Tinggal klik aja kan. Dijamin simple, praktis, dan mudah! Yuk langsung lanjut ajaπŸ‘Œ

πŸ‘‚πŸ‘‚πŸ‘‚

My Opini

Teliti Cover

    Covernya yang simple menampilkan sosok Gladis yang begitu polos dan belum tahu akan kejamnya dunia. Dengan tambahan percikan warna merah pada cover depan, serta illustrasi pada cover belakang yang semakin menguatkan bahwa sosok Gladis telah mulai belajar dari kekecewaannya akan kehidupan yang dia alami.

Tokoh Favorite

    Kalau kamu tanya tokoh favorite ku dalam buku ini, jelas aku akan jawab Gladis. Bagaimana bisa? Dia wanita yang tangguh, sejak kecil ia sudah ditinggal oleh ayahnya, dan bagiku itu tidak mudah. Dia akan tetap mencintai ayahnya, sedangkan anak yang lain mungkin akan menjauh dan lebih memilih untuk tidak perduli lagi, setelah melihat apa yang diperbuat ayahnya. Dan itulah sebabnya aku sangat kagum dengan Gladis.

Cara Tulis

    Buku ini tidak memiliki banyak halaman. Tapi jujur aku membacanya seolah panjang dan lama. Karena seakan aku merasakan juga apa yang dirasakan oleh Gladis. Penulis pandai mengutarakan isi pemikirannya dan menuangkannya ke dalam tulisan. Dari mulai kisah pilu sang Gladis, hingga kisah cinta tulus seorang anak kepada sang ayah.  Namun, typo yang ada dalam buku ini sedikit menggangguku saat membaca buku ini. Dan juga, ada beberapa kalimat yang mungkin rumpang sehingga aku kurang bisa menyimpulkan maksud dari kalimat tersebut. Tapi tetap saja untuk kamu yang baru mau mencoba untuk membaca buku nonfiksi. Aku akan menyarankan buku ini untuk kamu baca. Karena aku juga baru pertama kali baca buku nonfiksi dan aku enjoy dengan buku ini.

    Secara keseluruhan konflik yang dibawa dalam buku ini aku suka, mungkin karena pembawaan dari penulis dan konflik yang merupakan kisah nyata. Bahkan berdampak untuk diriku sendiri, walaupun memang ada sedikit kekurangan dalam penulisannya. Tapi itu pun tidak menutup kemungkinan untuk ada perbaikan dibuku cetakan kedua dan seterusnyaπŸ˜‰

Fave Scene

    Hal yang paling aku suka dari buku ini ketika penulis menampilkan dampak psikologis yang terjadi dari sudut pandang korban, sebab penulisannya yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi kita akan bisa melihat perasaan Gladis yang mungkin tidak banyak dari kita mengetahuinya, karena kita tidak merasakannya. Serta bagaimana penulis menjelaskan setiap pribadi memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi masalah. Cara-caranya seperti apa? Kalian akan menemukannya apabila membuka buku ini.

Best Quotes

 Selain kisah yang diangkat oleh penulis, format penulisan dalam buku ini juga membuat diriku tidak mudah bosan saat membacanya. Ditambah lagi akan ada kutipan-kutipan kata mutiara yang diselipkan cukup banyak kedalam buku ini. Contohnya seperti ini;

“Mungkin raga-mu tidak benar-benar memelukkku, kini kenangan manis membekas bersebelahan dengan luka yang belum mengering. Setidaknya ada sedikit untuk penyejuk perih”

- 40 -

    Menurutku penulis mau memberi pesan bahwa kita harus selalu berharap kebaikan akan datang dan berpihak pada kehidupan kita. Tapi dengan catatan kita harus selalu bersyukur atas apapun yang kita terima, karena setidaknya ada sesuatu yang bisa membuatmu lupa akan luka mu.

"Menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling menghargai sesama karena kita tak akan pernah mengetahui seberapa keras kehidupan yang telah seseorang jalani dan bahwa kepintaran kita dalam berucap atau kehebatan kita dalam bersikap dapat menjadi senjata mematikan untuk orang lain."

- vii -

"Meski kehidupan tetap berjalan. Kami akan selalu membawa luka itu sampai mata tertutup."

- xvi -

"Bagiku kini bekas luka akan selalu mengingatkan aku tentang dimana aku pernah berada, bukan kemana aku akan pergi."

- xxii -

"Aku yang orang lain pandang 'Sempurna' nyatanya meneteskan air mata disetiap malam-malamnya."

- 37 -

My Feelings

    Untuk ku pribadi setelah membaca buku ini, aku menjadi sadar bahwa bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah yang utama. Dengan nembaca buku ini aku juga melihat bahwa aku bukanlah orang yang sendirian menghadapi cobaan hidup, aku tersadar bahwa orang lain bahkan mengalami lebih banyak luka dibanding diriku. Jadi tidak ada alasan untukku mengeluh sedangkan orang lain berjuang untuk bangkit.

My Rating for this Book

★★★★
4,8

T~H~A~N~K Y~O~U

Popular Posts