REVIEW BUKU PULANG KARYA TERE LIYE
PULANG by Tere Liye
Book Identity
- Judul : Pulang
- Penulis : Tere Liye
- Penerbit : Republika
- Editor : Triana Rahmawati
- Cover : Resoluzy
- Layout : Alfian
- Cetakan I : September 2015
- Cetakan XXXII : February 2019
- Tebal : 400 halaman
Description
Menceritakan seorang anak dari Jagal nomor satu di Keluarga Tong pengendali Shadow Economy yang telah dipersatukan dengan seorang wanita sholehah dari kalangan keluarga terpandang akan agamanya yaitu Tuanku Imam. Bernama Bujang. Awalnya memang Shadow Economy ini hanya seperti kumpulan preman yang ditugaskan untuk memalak para pedagang di pasar saja. Tapi, seiring berjalannya waktu kegiatan ini berubah menjadi sebuah bussiness besar. Tauke besar II yang tak lain adalah pemimpin Keluarga Tong ternyata memiliki ambisi yang cukup kuat untuk mengembangkan Shadow Economy. Ia memiliki Visi dan Misi yang jelas untuk masa depan Keluarga Tong.
Ibunya yaitu Midah awalnya tidak ingin anaknya mengikuti jejak bapaknya, menjadi seorang Jagal. Namun mau bagaimana lagi ternyata Samad, ayah dari Bujang memiliki sebuah perjanjian dengan Keluarga Tong pada masa mudanya. Samad sudah terlanjur berjanji kepada Tauke Besar I untuk memberikan anak laki-lakinya jika sudah berusia remaja. Hal ini dikarenakan Samad yang kala itu mengundurkan diri dari posisinya di Keluarga Tong. Padahal, semua yang sudah masuk menjadi anggota resmi Keluarga Tong tidak akan diperbolehkan untuk keluar. Karena memang urusan-urusan di Keluarga Tong ini bersifat confidential, atau rahasia.
Perjanjian ini juga ada sangkut pautnya dengan Midah. Samad jatuh cinta dengan Midah yang memang memiliki latar belakang berbanding terbalik dengannya. Samad ingin melamarnya, tentunya dia tahu apa yang harus ia korbankan. Ia akhirnya memilih untuk keluar dari Keluarga Tong untuk bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan Midah di pedasaan kecil dan Tauke Besar I mengizinkannya, kerena Samad pernah melakukan tidakan yang begitu berani untuk menolongnya. Tentunya dengan sebuah perjanjian. Dari sana lah perjanjian tersebut terbentuk.
Akhirnya Bujang pun dibawa oleh Tauke Besar II anak dari Tauke Besar I ke perkotaan, tempat Keluarga Tong berada. Namun ternyata disana Bujang bukan lah menjadi 'Tukang Pukul' atau seorang Jagal seperti perkiraannya. Ia malah disuruh untuk belajar, dan harus mengikuti kemauan-kemauan Tauke Besar II sebelum akhirnya ia bisa menjadi 'Tukang Pukul'. Bagaimana kelanjutannya? Apakah Bujang akan menerimanya, atau ia akan pulang sebelum melakukan apapun?...
👪 👪 👪My Opini
Tokoh Favorite
Dari banyaknya karakter tokoh yang ada dalam buku ini, aku akan memilih Basyir menjadi My Fictional Boyfriend. Pada awalnya. Selebihnya aku akan membencinya. Kalian jangan lupa juga kasih tahu aku, siapa Tokoh favorite kalian di dalam dunia Buku Pulang ini. Tulis dikolom komentar ya.. siapa tahu mau diskusi hehe.
Cara Tulis
Penulisannya yang maju mundur membuatku berpikir, mengapa tidak buku ini diadaptasi menjadi sebuah film? aaahh mungkin akan terlalu susah kali ya, karena memang buku ini cukup complicated. Tapi akan sangat menarik bukan? aaa beneran deh aku pengen ini terjadiiii <frustrated>💔
Fave Scene
Halaman 350 - 380
Aku paling suka scene dimana Bujang dan semua orang yang masih setia sama dia, berjuang untuk mendapatkan kembali Keluarga Tong. Di bagian ini seolah olah penulis ingin menyampaikan bahwa 'Ketika sebuah kesetiaan pada prinsip memanggil banyak teman lama. Dan akan selalu menyadarkan bahwa kesetiaan tidak dapat dibeli dengan sebuah ancaman'
Best Quotes
"Tapi benarlah kata orang, meski semua hal itu adalah kenangan menyakitkan, kita baru merasa kehilangan setelah sesuatu itu telah benar-benar pergi, tidak akan mungkin kembali lagi"
- 241 -
"Jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu, Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apapun kau dengan hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaan mu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah."
"Semua pertanyaaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?"
- 339 -
"Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil semuanya."
- 348 -
My Rating for this Book
Jika kamu belum baca buku ini, dan sudah penasaran kamu boleh kunjungi instagram aku @staelyz dan DM aku. Karena aku mau jual buku ini, for some reason.
Kualitas:
- 95% masih bagus
- Ada tanda tangan kecil dihalaman depan, tapi nanti aku kasih free sticker untuk nutupin ttd-nya😊

